ads header

Breaking News

Hari Bapak Pramuka Indonesia 2026, Puluhan Peserta Ikuti Workshop Filateli di Kantor Pos Besar Yogyakarta

 



wartapramuka.com | YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Filateli Nasional sekaligus Hari Bapak Pramuka Indonesia tahun 2026, Kantor Pos Besar Yogyakarta berkolaborasi dengan Pengurus Daerah Perkumpulan Filateli Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PD PFI DIY) menggelar workshop filateli pada Minggu, 12 April 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pos Besar Yogyakarta ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari Pewarta Istimewa serta perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) se-DIY. Acara ini menjadi momentum untuk mengenalkan kembali budaya filateli kepada generasi muda di lingkungan Gerakan Pramuka.


Wakil Ketua PD PFI DIY, Kak R.A. Siti Khamaroel Noordaradjati dalam sambutannya bercerita mengenai dunia filateli. Ia menekankan bahwa filateli kini telah bertransformasi menjadi kegiatan yang inklusif.



"Dahulu, filateli adalah hobi para raja. Persuratan hanya dilakukan oleh mereka yang melek huruf, yang pada saat itu terbatas pada kalangan pelajar. Namun saat ini, filateli bukan sekadar hobi raja, tapi untuk kita semua sebagai sarana berbagi pengetahuan dan kontribusi bagi Pramuka," ungkapnya.


Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta, Pak Jo, menyambut hangat kolaborasi yang baik ini. Ia menegaskan komitmen Kantor Pos untuk terus memfasilitasi pelestarian budaya menulis.


"Kantor Pos Yogyakarta harus mengambil peran dalam memfasilitasi kegiatan seperti ini. Kami menyediakan ruang bagi siapa saja yang ingin mengenal filateli. Ini adalah upaya kita melestarikan budaya menulis dan prangko sebagai perekam sejarah," tegas Pak Jo.


Hal senada disampaikan oleh Kak Drs. Edy Heri Suasana, M.Pd., selaku Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY Bidang Pembinaan Anggota Dewasa dan Bela Negara.


Menurut Kak Edy, filatelisme memiliki dimensi pendidikan karakter yang kuat bagi anggota Pramuka. Sehingga para peserta perlu memanfaatkan ilmu yang didapatkan dengan sebaik-baiknya


"Harapannya, kakak-kakak bisa memanfaatkan ilmu ini untuk menjadi filatelis. Melalui filatelisme, kita tidak hanya mengenalkan Pramuka ke khalayak luas, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus," jelas Kak Edy.


Sementara itu, Kak Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng. Ketua Majelis Pembimbing Daerah Harian Gerakan Pramuka DIY menyoroti pentingnya dokumentasi visual dan fisik. Beliau mengajak peserta untuk melihat filateli sebagai media pengabadi memori.


"Memori bisa diabadikan melalui prangko, kartu pos, dan amplop. Tantangan kita bersama adalah bagaimana mengenalkan nilai-nilai tersebut kepada generasi penerus melalui serangkaian kegiatan kreatif," tutur Kak Aria.


Dalam kesempatan ini Kak Aria juga membuka secara resmi Workshop Filateli dan Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia tahun 2026.


Tidak hanya mendapatkan materi teori dan diskusi mengenai Filateli Pramuka, para peserta juga diajak melakukan praktik langsung membuat kartu pos.


Dalam rangkaian acara ini juga terdapat mini pameran filateli pramuka. Dalam tur ini, para peserta dapat melihat berbagai koleksi filateli pramuka dan benda pos lainnya yang memiliki nilai sejarah tinggi, memperkuat pemahaman mereka bahwa setiap keping prangko menyimpan cerita tersendiri.


Penukis : Riri

Tidak ada komentar